Lima Cerpen Sapardi Djoko Damono

Cerpen Koran Minggu

Cerpen Sapardi Djoko Damono (Kompas, 9 Februari 2014)

Lima Cerpen Sapardi Djoko Damono ilustrasi Rifda Amalia

WARTAWAN Itu Menunggu Pengadilan Terakhir

Seperti yang sudah seharusnya, pada hari baik itu saya mati. Kata seorang sahabat dalam sebuah sajaknya yang mahaindah, kita semua ini turis yang dibekali karcis dua jurusan. Dan tentunya, pikir saya, kita tidak boleh menyia-nyiakan tiket pulang itu. Saudara tahu, saya wartawan sebuah majalah berita. Dididik untuk mengembangkan naluri mewawancarai orang. Itu sebabnya ketika harus menunggu giliran maju ke Pengadilan Terakhir, yang entah kapan dilaksanakan, naluri saya mendadak menyembul. Saya celingak-celinguk di antara begitu banyak orang (mati) dan, alhamdulillah, ketemu seorang (sic!) Malaikat yang sedang tugas keliling mengamati kami. Saya mendekatinya.

”Kalau boleh tanya, apa saya bisa menemui Kakek kami?” 

Lihat pos aslinya 1.377 kata lagi