Ibu dan Lelaki Berpenis Tembaga

Hari Minggu kemarin ibu mengajakku pergi ke pasar Minggu, yang penuh sesak oleh racauan pembeli dan penjual. Pasar Wanaraja namanya. Setiap hari sepanjang jalan depan pasar selalu macet, delman parkir dengan kepala kuda menohok jalan. Tak ada sekat untuk pejalan kaki melewati pasar, hanya ruang-ruang sempit di antara ketiak kuda untuk pembeli yang datang dengan motor lalu berhenti tepat di depan muka kuda. Kuda-kuda mendengus kesal, tapi deru motor masih terlalu keras untuk ditimpali oleh dengusan kuda.

Baca lebih lanjut