Kembara

Menerima adalah salah satu bentuk kekalahan. Rani ingat dengan lekat ungkapan pesimis ini yang dulu pernah diungkapkan kepadanya oleh kakeknya, yang katanya dia dapatkan dari kakeknya dan seterusnya sampai ke ujung muasal riwayat yang tak dapat diterka. Rani mengingat kakeknya sebagai seorang uzur yang penuh penyakit dan kemurungan, tanpa istri tanpa anak. Sebatang kara. Kata orang-orang dulunya dia sering menggunakan susuk untuk menggoda perawan-perawan desa. Sekarang, susuk-susuk yang tertanam di tubuhnya tak mampu berbuat banyak ketika kerentanan usia menerpa rangka dan daging yang dulunya segar dan muda. Susuk dengan sukma yang dahsyat tersebut menguapkan seluruh energi yang tersisa di tubuh ringkih si tua, dan kini yang tersisa hanya balutan kulit atas tulang.

Apakah Rani percaya pada perkataan kakeknya? Apakah kakek tidak bisa menerima keadaan tubuhnya yang sekarang? Apakah penerimaan begitu sulit bagi kakek? Baca lebih lanjut

Iklan